Takut Dengan Cambridge Analytica?

Takut  Dengan Cambridge Analytica? Kami Tidak Menyalahi Ketentuan Mana saja Ini Panduan Agar Masih Aman Main Facebook

Skandal Cambridge Analytica adalah contoh yang riil pada apa yang keliru dengan jaringan dunia sosial media yang luas an membuat takut banyak pengguna.

Ada skandal itu kemungkinan membuat kamu jadi malas main Facebook, Takut Dengan Cambridge Analytica dan membuat data pribadimu turut bocor menyebar keman-mana.

Takut Dengan Cambridge Analytica?

Tetapi jika kamu masih berat hati untuk meniadakan Facebook, kamu bisa dengan aman memakai basis satu ini jika tahu triknya sehingga tidak takut dengan Cambridge Analytica lagi.

  1. Hapus Facebook dari program faksi ke-3 agar mereka tidak dapat terhubung akunmu

Matikan feature login lewat Facebook, hingga program faksi ke-3 tidak punyai akses ke akunmu dan info pribadimu kembali. Dengan menonaktifkan feature ini, kamu tidak bisa kembali login gunakan Facebook ke program atau situs apa saja.

Baca Juga: Bukti Perubahan Podcast, dan Semakin Terkenal

Program yang telah kamu pakai gunakan login Facebook akan terhapus, ini maknanya kamu harus juga punyai cadangan ke account lain, e-mail misalkan, sebagai account login alternative kecuali Facebook.

  1. Blok beberapa hal atau data yang detil yang dapat dipakai program lain

Dengan langkah ini, kamu sedang mengatur info mana saja yang ingin kamu bagi ke seseorang (diantaranya adadalah faksi ke-3 ini) misalnya ulangi tahunmu, pengajaran terakhirmu, tempatmu bekerja, dan yang lain.

Masuk di menu “Settings” – “General Akun Settings” dan tentukan “Apps” di bagian kiri. Lantas masuk di “App Others use” dan click tombol “Ubah.” Contreng info mana saja yang kurang lebih menurut kamu masih aman untuk dibagi.

  1. Matikan penghimpunan data Facebook pada situs lain

Terkadang, faksi ke-3 kerap memberikan info Facebookmu untuk dipakai sebagai database iklan. Ini maknanya apa yang kamu akses, entahlah itu situs webm program, dan iklan yang kamu click akan menyebar.

Langkah untuk mematikannya dengan masuk di “General Akun Settings” dan click kelompok “Ads” dalam menu samping kiri, selanjutnya mengatur seperti keinginan.

Skandal Cambridge Analytics memang menakutkan, tetapi bukan bermakna kamu harus setop stalking bekas.

Cambridge Analytica Baru Hapus Semua Data Pemakai Facebook Selesai Pemilihan presiden AS

Facebook dilihat lakukan pembiaran karena Cambridge Analytica bayar beberapa uang untuk iklan.

Beberapa e-mail yang bocor memberikan indikasi firma diskusi politik Cambridge Analytica tidak patuhi perintah Facebook untuk meniadakan semua data pemakai pada Desember 2015. Mereka baru memverifikasi penghilangan semua data selesai pilpres Amerika Serikat diadakan.

  1. Cambridge Analytica usaha menghindari dari keinginan Facebook

The Guardian yang terima bocoran e-mail itu memberikan laporan jika juta-an turunan data pemakai yang didapat Cambridge Analytica dari akademiki Cambridge University, Aleksandr Kogan, tidak dihapus saat Facebook pertama kalinya minta.

Dari reportersi ke-2 nya diketemukan jika Cambridge Analytica awalannya menyarankan supaya faksinya dan Facebook membuat pengakuan bersama berkaitan rumor itu. Cambridge Analytica tidak berani memperjelas jika apa yang dilakukan ialah sebuah pelanggaran privacy dan patuhi Facebook untuk meniadakan semua data.

Alex Tayler, seorang Chief Data Officer di Cambridge Analytica, sempat usaha mempersuasi Facebook untuk selalu “jaga jalinan baik”. Tayler tuliskan: “Untuk argumen ini, dan dalam semangat jaga jalinan baik dengan Facebook, kami akan patuhi keinginan untuk meniadakan semua data yang kami terima dari Dr Kogan.”

  1. Cambridge Analytica selanjutnya akui belum meniadakan data pemakai

“Kami mewajibkanmu untuk ambil tiap cara yang dibutuhkan untuk betul-betul meniadakan semua info sekalian data turunannya,” catat Facebook ke Cambridge Analytica. Namun, pada reportersi selanjutnya tidak ada pengakuan Cambridge Analytica yang mengatakan turunan data itu sudah dihapus. Saat itu, firma bertempat di London itu dijumpai sedang bekerja bersama dengan salah satunya calon presiden dari Partai Republik, Ted Cruz. Anehnya, pada Januari 2016, saat Facebook tindak lanjuti loyalitas Cambridge Analytica, Tayler membalas dengan mengatakan dia belum meniadakan data itu sama sekalipun.

“Akan suka hati melakukan demikian Facebook memverifikasi jika ini akan menuntaskan masalah,” catat Tayler. Satu minggu sesudahnya, Tayler menjelaskan ke Facebook semua data telah dihapus, tetapi tidak ada info mengenai turunannya.

  1. Sesudah pemilihan presiden selesai, Cambridge Analytica baru memverifikasi keinginan Facebook

Baru pada April 2017, persisnya 16 bulan selesai keinginan pertama Facebook, Cambridge Analytica mengatakan sudah meniadakan juta-an data pemakai dan semua turunannya. Audit pada service perusahaan itu memperlihatkan jika data itu masih ada sampai musim semi 2017.

Dua bekas pegawai Cambridge Analytica juga menjelaskan jika sejauh kampanye pemilihan presiden dan sesudahnya, turunan data itu masih digunakan. Apa lagi saat itu Donald Trump sewa layanan mereka sesudah amankan bangku nominasi capres.

Isi reportersi e-mail yang bocor itu juga terlihat bertentangan dengan pengakuan Mark Zuckerberg ke Konferensi Amerika Serikat. Waktu itu Zuckerberg berbicara,”Pada 2015, saat kami pertama kalinya mengenali [kebocoran data], kami selekasnya tuntut pengembang program dan firma yang beli data itu untuk menghapusnya. Dan mereka memperlihatkan ke kami jika mereka telah melakukan.”

“Mereka bisa memblok kami dari basis waktu itu ,” kata suatu sumber orang dalam Cambridge Analytica, mengarah di saat Facebook pertama kalinya mengenali skandal itu. “Tetapi silahkan jujur saja. Ingat di mana status kami saat kampanye, kami bertanggungjawab menggulirkan juta-an dolar di basis mereka.”

Cambridge Analytica sendiri menentang ada usaha sembunyikan suatu hal dari Facebook. Mereka menjelaskan meniadakan semua data dan turunannya ialah “sebuah proses panjang”. “Pada April 2017, kami tanda-tangani sertifikat ke Facebook jika kami sudah meniadakan semua data GSR dan turunannnya secara tetap.”

  • Cambridge Analytica: Kami Tidak Menyalahi Ketentuan Mana saja

Pada Selasa (10/4) CEO Facebook Mark Zuckerberg datang di Capitol Hill untuk menjawab beberapa pertanyaan anggota senat Amerika Serikat berkaitan kebocoran data dan interferensi Rusia sepanjang pemilihan presiden 2016. Ketika bertepatan Cambridge Analytica mengirim beberapa ciutan.

  1. Firma konselor politik itu akui tidak menyalahi ketentuan

Cambridge Analytica mengakui jika mereka ialah “agen diskusi data dan marketing yang konsentrasi layani client berbayar. Seksi politik kami bekerja secara global dengan team kampanye baik dari sayap tengah-kiri dan tengah-kanan”.

Selanjutnya, Cambridge Analytica memperjelas jika faksinya “tidak meretas Facebook atau menyalahi ketentuan mana saja”.

Ini karena perusahaan induk Cambridge Analytica, SCL Elections, sudah “mempunyai data terlisensi dari sebuah perusahaan penelitian. Namanya GSR yang memperoleh data lewat piranti yang disiapkan Facebook. Cambridge Analytica menambah jika itu ialah “praktek umum waktu itu”.

  1. Cambridge Analytica akui sudah meniadakan semua data dari GSR

GSR atau Global Science Research ialah perusahaan penelitian punya akademiki Cambridge University, Aleksandr Kogan, yang ikut membuat program namanya thisisyourdigitallife. Program kuis itu sanggup terhubung info pemakai Facebook yang menggunakannya dan rekan-rekan di basis itu.

Cambridge Analytica akui GSR jual data 30 juta pemakai Facebook dari Amerika Serikat. Sebuah audit mandiri sedang berjalan untuk mengonfirmasi ini.”

  1. Zuckerberg sempat mengatakan data GSR didapat secara ilegal

Beberapa wartawan The Guardian, kata Zuckerberg, ialah beberapa orang yang membuat tahu mengenai apa yang sesungguhnya terjadi dengan program Kogan. Ini terjadi 2 tahun sesudah Kogan pertama kalinya membuat aplikasinya yakni pada 2015.

Zuckerberg benarkan “Kogan sudah membagi data dari aplikasinya ke Cambridge Analytica”. Langsung itu bersimpangan dengan peraturan Facebook karena dilaksanakan tanpa ijin beberapa pemakai.